1. Pembuatan Kerangka
Kerangka layangan Janggan umumnya dibuat dari bambu yang ringan dan lentur. Bambu dipilih dan dibentuk sesuai desain naga, termasuk badan, kepala, dan ekor yang panjang. Proses ini membutuhkan keahlian khusus dalam memilih bambu yang tepat dan membentuknya dengan presisi agar layangan seimbang dan kuat. Pembuatan kerangka ini sangatlah rumit dan membutuhkan waktu yang cukup lama.
2. Pelapisan Kerangka
Setelah kerangka selesai, kerangka tersebut kemudian dilapisi dengan kertas atau kain tipis yang ringan. Bahan ini direkatkan dengan lem khusus agar kuat dan tahan terhadap angin. Proses pelapisan ini juga membutuhkan ketelitian agar tidak merusak bentuk kerangka.
3. Detail dan Hiasan
Layangan Janggan biasanya dihias dengan warna-warna cerah dan motif-motif tradisional Bali. Proses pewarnaan dan penggambaran motif ini membutuhkan keahlian seni rupa. Detail-detail seperti sisik naga, mata, dan kumis juga ditambahkan untuk menambah keindahan layangan.
4. Pemasangan Tali dan Pengatur
Tali pengatur dan tali untuk menerbangkan layangan diikatkan pada kerangka. Pemilihan tali dan cara pengikatannya sangat penting untuk memastikan layangan dapat terbang dengan stabil dan terkontrol.
Membuat layangan Janggan membutuhkan keahlian khusus dalam memilih bahan, membentuk kerangka, melapisi, dan menghias layangan. Proses pembuatannya membutuhkan waktu yang cukup lama dan ketelitian yang tinggi. Disarankan untuk mencari panduan dari pengrajin layangan berpengalaman di Bali atau mencari video tutorial yang lebih lengkap di internet untuk mempelajari cara membuatnya secara detail.


Kelompok 4
5B mimp
Anggota=BAIM,ULFI,HANA
